Jumat, 19 September 2025
Senin, 30 Juni 2025
Rabu, 4 Desember 2024
Rabu, 4 Desember 2024
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Nasional (SP4N) - Layanan Aspirasi dan \Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia SP4N-LAPOR telah terhubung dengan 34 Kementrian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia.
Layanan SP4N-LAPOR selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara sederhana, cepat, tepat, dan terkondisi dengan baik, juga dibentuk untuk merealisasikan kebijakan "no wrong door policy" yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dan manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya. Adapun target pengguna yaitu seluruh InstansiPusat dan Pemerintah Daerah, Masyarakat
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia.
Menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12–18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh TTD dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,2%, tetapi hanya 1,4 % yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran.
Kegiatan #AksiBergizi dilaksanakan dengan tiga intervensi utama, yaitu (1) Sarapan dan Minum TTD bersama di sekolah/madrasah setiap minggu; (2) Edukasi gizi yang bersifat multi-sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik; serta (3) Komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif. Implementasi program #AksiBergizi tentunya diintegrasikan dengan TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.
Puskesmas Kesesi II sudah rutin melakukan AKSI BERGIZI di Sekolah SMP 2 Kesesi dan SMP satu atap Windurojo
Alhamdulillah pengobatan gratis ini kerjasama Dokter Internship dan Puskesmas Kesesi II, pemerintahan desa, beserta kader kesehatan, sebagai bentuk kepedulian terkait kesehatan keluarga di Desa Windurojo dan Brondong yang letaknya paling ajauh dari Puskesmas.untuk kegiatan pusling dilakukan juga rutin sebulan sekali.
Tujuan Pengobatan gratis ini mendekatkan pelayanan kesehatan lebih dekat hadirnya pengobatan dari tenaga medis tersebut turut membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan di masyarakat. Hal ini karena tanggung jawab kesehatan tersebut butuh kerjasama serta dukungan dari lintas sektor.
Upaya preventif seperti penyuluhan serta sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh kader PKK, Posyandu terbantu dengan hadirnya pengobatan dari tenaga medis sebagai tindakan kuratif.
Rabu, 4 Oktober 2023
Cara Mengatasi dan Mencegah Gizi Buruk
Setiap negara bertanggung jawab dalam memenuhi kecukupan gizi penduduknya, terutama balita dan anak-anak. Di Indonesia, upaya perbaikan gizi untuk perseorangan maupun masyarakat dilakukan melalui beberapa program, antara lain:
Perbaikan pola makan
Memperbaiki asupan makanan sehat dan bergizi seimbang merupakan cara paling efektif untuk mengatasi serta mencegah dampak gizi buruk. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola makan antara lain:
Prolanis adalah program untuk meningkatkan kualitas hidup para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan, yang mengidap penyakit kronis dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
Kegiatan Prolanis ini mencakup upaya-upaya pencegahan komplikasi berlanjut dan peningkatan kesehatan masyarakat, yang meliputi kegiatan konsultasi medis, klub prolanis, home-visit, dan skrining kesehatan.
Tujuannya umtuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama (FKTP) memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit.
Program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini bertujuan untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal. Penyakit kronis yang dimaksud adalah diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi.
Puskesmas Kesesi II sudah mempunyai klub prolanis dan rutin melakukan kegiatan sebulan 2 kali
Selasa, 3 Oktober 2023
Rabu, 4 Desember 2024
Rabu, 4 Oktober 2023
Pemantauan status gizi
Gizi buruk pada anak bisa berdampak terhadap tumbuh kembang, kemampuan belajar, dan masa depannya.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk teliti dalam memantau status gizi anak, yakni dengan rutin dan mengukur tinggi badan anak ke dokter atau ke puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya.
Jika terdeteksi dan ditangani lebih awal, dampak gizi buruk terhadap kesehatan dan proses tumbuh kembang anak bisa diminimalkan.
Masalah kesehatan terkait dampak gizi buruk bisa menimpa siapa saja. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang, termasuk Anda, untuk mengenali berbagai gejala gizi buruk dan memenuhi asupan nutrisi dengan baik dengan menerapkan .
Bila perlu, Anda juga bisa mencukupi asupan nutrisi dengan mengkonsumsi suplemen nutrisi tambahan sesuai rekomendasi dokter.
Selasa, 3 Oktober 2023